Episode Kedua
Belum dipublikasi
KNRP - Muhammad, sekitar 20an tahun usianya. Panas terik seperti tak menghalanginya untuk menarik tali pengangkut pasir. Tak kurang ada sepuluh orang temannya lain yang ada di dalam lorong bawah tanah. Mereka sedang menggali lorong yang menjadi saluran nafas bagi masyarakatnya di Gaza. Baru saja Muhammad menghela nafas dan duduk beristirahat. Tiba-tiba, seseorang berteriak keras mengejutkannya. ”Ada tiga orang yang meninggal di bawah.. mereka tertimbun pasir.. ”
Tubuh Muhammad lunglai mendengarnya. Matanya berkaca. Tapi itu tidak lama. Sebab beberapa saat kemudian ia sendiri yang turun ke dalam lubang untuk bergantian dengan rekan-rekannya melakukan penggalian. Ia masuk ke lorong yang gelap, demi membawa secercah cahaya bagi penduduk lainnya di Gaza. ”Ya... lorong-lorong bawah tanah di Gaza telah menjadi tempat kematian dan paling berbahaya. Tapi apa alasan di hadapan kami kecuali kami terus melakukan ini.... Ramadhan bulan penuh kebaikan akan hadir sebentar lagi.. kami berusaha sebatas usaha kami untuk menyediakan keperluan bulan Ramadhan untuk masyarakat kami yang terpanggang oleh panasnya api pengepungan Israel... ” ujar Muhammad pelan.