Episode Kelima
Belum dipublikasi
KNRP - Jika siang hari di bulan Ramadhan merupakan saat-saat sulit dan berat bagi penduduk Gaza. Sebenarnya sore hari adalah waktu yang lebih menyedihkan. Aliran listrik yang terputus lebih parah di bulan ini ketimbang Ramadhan tahun lalu. Sebabnya karena infrastruktur Gaza yang masih belum pulih paska agresi militer Israel beberapa bulan lalu.
Tanpa listrik, bagaimana mereka berbuka puasa, dan makan sahur? Ummu Basel, mengatakan dirinya tak mempersiapkan apapun memasuki Ramadhan tahun ini. Ruangan dapurnya, lemari makannya, yang biasanya digunakan untuk menyiapkan makanan Ramadhan, kosong. Ia lebih cenderung memperbanyak persediaan lilin sebelum habis dijual di pasar. ”Di tahun-tahun lalu, kami sudah pernah mengalami kondisi hidup tanpa listrik. Bahkan ada masa-masa kami tak memiliki lilin, sehingga kami membakar tumpukan kayu untuk sekedar berbuka puasa di sekitar cahaya api. Saya ingin kondisi itu terulang lagi...” katanya. Ia pun mengatakan lagi, ”Apakah tidak cukup mereka mengepung kami dan membuat kami hidup sangat sulit secara ekonomi. Sampai cahaya listrik pun mereka haramkan dari kami.. ? Krisis yang kami alami ini, akan menenggelamkan malam-malam Ramadhan kami dalam gelap... ”