Minggu, 01 Agustus 2010

Episode Ketujuh

Ramadhan 1430 H, Tanpa 22 Anggota Keluarga

Belum dipublikasi

KNRP - 22, 23, 24, 25, 26.. satu demi satu hari-hari Sya’ban bergulir. Air mata yang tadinya masih dapat tertahan di pelupuk.. akhirnya tak terbendung lagi dan jatuh membasahi pipi. Hari-hari akhir bulan Sya’ban membawa duka sendiri bagi penduduk Gaza. Gemuruh dalam hati yang telah terluka, memasuki datangnya Ramadhan 1430 H yang beriring dengan duka. Inilah Ramadhan pertama setelah Israel menggempur habis Jalur Gaza sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Desember 2009.

Wael Samoni (31) masih terus mencari sisa-sisa kenangan indah melewati Ramadhan di tahun sebelumnya. Meski mereka dalam kondisi diblokade Israel, tapi Ramadhan yang indah tetap saja mereka peroleh di tahun itu karena ”jasa” dari lorong-lorong bawah tanah yang memberi kehidupan warga Gaza. Dan yang lebih penting dari itu, tahun lalu, Wael Samoni, belum kehilangan banyak dari anggota keluarganya.

Perang brutal Israel atas Gaza yang baru lalu, telah menewaskan 22 orang keluarganya sekaligus. Ibunya, anak perempuannya, anak laki-lakinya, pamannya, dan puluhan orang anggota keluarganya, menghadap Allah swt akibat kekejaman Israel. ”Tak tahu dengan kondisi apa kami melewati Ramadhan tahun ini. Tahun ini pasti sangat berbeda sekali. Kesedihan dan kepahitan, akan menghujam kami dari semua penjuru.. ” ujar Wael Samoni sambil menatap langit dan memandangi reruntuhan rumahnya.

Tahun ini, ia pasti tak mungkin lagi duduk di meja buka puasa bersama ibu, dan anak-anaknya.... Tahun ini, ia tak lagi mendengar teriakan anak-anaknya yang bertingkah di waktu berbuka puasa.... (mln/iol)
 

0 Komentar

Arsip