Senin, 06 Pebruari 2012

1000 Hari Blokade atas Gaza

Adakah Harapan Blokade atas Gaza Dibuka?

Selasa, 09/03/2010 12:31 WIB

KNRP - Hari ini, Selasa 9 Maret 2010, genap sudah 1000 hari blokade zalim atas Gaza oleh penjajah Israel. Sebuah blokade paling lama dalam sejarah manusia. Sekaligus penjara paling besar dalam sejarah. Blokade yang berlangsung sejak Juli 2007, dan memenjarakan sekitar 1,5 juta orang.

Kejahatan Israel tak hanya itu. Mereka melakukan operasi militer atas penduduk yang sudah lemah tak berdaya, akibat blokade dan pengepungan lebih dari dua tahun. Tanggal 27 Desember 2008, hingga 18 Januari 2009, Israel membunuh 1450 orang penduduk Gaza, 450 orang di antaranya adalah anak-anak, dan lebih dari 5200 terluka. Belum lagi penghancuran lebih dari 20 ribu rumah dan gedung pemerintahan. Itulah data-data yang dihimpun PBB dan pemerintah Palestina.

Sepanjang tahun demi tahun, pengepungan dan pemblokadean atas Gaza menyaksikan beragam kepedihan yang dialami penduduknya. Mereka tercekik oleh perekonomian yang semakin sulit, terhimpit oleh sulitnya air bersih dan listrik, terluka karena ketiadaan obat-obatan, tertekan oleh serangan demi serangan udara Israel yang berulangkali menyatroni wilayah-wilayah Gaza dengan dalih mengejar pejuang Palestina.

Sejumlah LSM dan bahkan perwakilan resmi negara-negara di PBB sudah mengangkat permintaan agar blokade atas Gaza ini dicabut. Atau, setidaknya, mereka menyuarakan dukungan atas penduduk Gaza yan diboikot ini. Tapi keinginan membuka pengepungan atas Gaza masih sia-sia saja. Pihak penjajah Israel dan pihak pemerintah Mesir yang berhubungan langsung dengan perbatasan Rafah – Gaza, masih belum mudah memberi izin masuknya bantuan kemanusiaan kepada rakyat Gaza.

Berikut adalah upaya yang dilakukan berbagai pihak untuk menolong dan juga membuka blokade atas Gaza:

1. 16 Februari 2010: Sejumlah delegasi dari perhimpunan ParlemenArab mengunjungi Gaza. Mereka datang sebagai implementasi keputusan Dewan Pusat Persatuan Parlemen yang menetapkan kunjungan solidaritas atas Gaza. Dalam kunjungan itu, dilakukan pertemuan dengan anggota dewan parlemen Palestina, sekaligus kepala pemerintahan yang digulingkan di Gaza, Ismail Haniya.
2. 20 Januari 2010 : Lembaga Sosial Qatar, menytakan untuk mulai menyalurkan bantuan emergency kepada keluarga-keluarga yang sangat membutuhkan bantuan akibat banjir yang menimpa Gaza. Banjir terjadi karena penjajah Israel tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, membuka jalur aliran air yang selama bertahun tahun menyimpan air hujan. Gelombang air kemudian menenggelamkan puluhan rumah di Gaza.
3. 15 Januari 2010 : Sebanyak 56 orang utusan parlemen dari 12 negara Eropa hadir di Gaza, bersama sejumlah mantan menteri Eropa. Mereka datang melalui perbatasan Rafah dan berada di Gaza selama dua hari. Sepanjang masa itu mereka melihat dampak perang yang ditinggalkan Israel pada 2009. Mereka bertemu denganIsmail Haniya serta sejumlah perwakilan legislatif Palestina di Gaza.
4. 15 Januari 2010 : Lembaga Sosial Qatar menyalurkan 50 ton daging kurban dan kurban haji tahun ini, dalam bentuk daging kaleng, ke para penduduk gaza. Ada 130 ribu faqir miskin yang menerima bantuan ini. Pengiriman sempat tertunda lama karena pemboikotan Israel.
5. 6 Januari 2010 : Setelah melakukan perjalanan panjang, kampanye solidaritas untuk Gaza nyaris gagal masuk perairan Gaza, lantaran pemerintah Mesir menolak perizinan mereka karena alasan keamanan. Tapi akhirnya barisan “nadi kehidupan 3” yang mengorganisir aksi “Palestina Merdeka” berhasil masuk ke Gaza dipimpin seorang delegasi eropa George Gallaway, melalui perbatasan Rafah.
6. 11 November 2009: Kelompok “Satu Mil Senyuman” yang beranggotakan para relawan solidaritas Gaza dari sembilan negara eropa membawa bantuan kemanusiaan yang dibawa di atas 102 mobil kecil. Di dalamnya terdapat 270 kursi otomatis untuk para penyandang cacat, termasuk klinik berjalan dan sejumlah makanan. Mereka masuk Gaza melalui perbatasan Rafah setelah sebelumnya selama satu bulan tertahan karena pihak Mesir belum mengizinkan.
7. 22 September 2009: Bertepatan dengan datangnya bulan Ramadhan, Pemerintah Qatar memberikan hadiah Ramadhan seharga 10 juta dollar kepada para pekerja palestina, keluarga miskin, di Gaza.
8. 15 Juli 2009 : Konvoy “Nadi Kehidupan 2” dipimpin Gallaway, berhasil masuki Gaza melalui perbatasan Rafah, berikut 169 orang relawan solidaritas Gaza asal berbagai negara Eropa dan 12 kontainer obat-obatan. Mereka berhasil masuk Gaza setelah melalui negosiasi berhari-hari dengan pemerintah Mesir.
9. 30 Juni 2009 : Kapal Perang Israel menghalangi jalannya kapal ”Jiwa Kemanusiaan” yang ingin masuk melalui perairan Gaza, melalui Haifa. Kapal kemanusiaan itu dipimpin oleh aksi “Gaza Merdeka” yang digerakkan di Inggris, dengan membawa serta 20 orang relawan solidaritas Gaza dari kalangan Arab dan Eropa.
10. 12 Juni 2009: “Kafilah Harapan” beranggotakan 100an orang adal beberapa negara Eropa berhasil masuk gaza. Tapi sebagian lain tidak berhasil dan menunggu di perbatasan Rafah yang memisahkan Mesir dan Palestina.
11. 9 Maret 2009 : Kafilah “Nadi Kehidupan – Menghidupkan Palestina” pimpinan Galawai berhasil masuki Gaza dari perbatasan Rafah. Sejumlah kontainer berisi obat-obatan dan tim medis juga berhasil didatangkan ke Gaza. Tapi sebagian kontainer lainnya tetap tertahan di perbatasan.
12. Delegasi “Kampanye Muslim Eropa” membawa beberapa ton bantuan obat-obatan untuk korban kejahatan Israel melalui perbatasan Rafah. Tapi berton-ton obat itu tak bisa masuk ke Gaza, karena alasan perang.
13. Seorang Ibu Palestina yang tinggal diInggris, kehilanga 15 anggota keluarganya akibat serangan Israel atas Gaza. Ia berinisiatif menghimpun satu juta lilin dan pakaian untuk penduduk Gaza.
14. 9 Januari 2009 : Kafilah pertama asal negar Arab, terdiri dari 30 orang tim medis, berada di bawah Organisasi Profesi Dokter Mesir, dan Persatuan Dokter Arab, masuk Gaza dan melakukan pengobatan atas rakyat Gaza yang menjadi korban. Mereka baru berhasil masuk setelah tertahan 5 hari di perbatasan.
15. 30 Desember 2008 : Bulan Sabit Merah asal Qatar sampai ke Mesir untuk memberi pengobatan pada korban perang Israel yang berobat di rumah-rumah sakit Mesir.
16. 7 Desember 2008: Israel menghalangi sampainya ”Kapal Idul Fitri” yang dilakukan untuk membuka blokade Israel atas Gaza, melalui wilayah jalur Hijau atau Palestina 48.
17. 6 Desember 2008: Kalangan Pers Mesir memudahkan sampainya kelompok pertolongan untuk Gaza, sementara keamanan Mesir menghalanginya.
18. 1 Desember 2008: Tentara Israel mengusir kapal bantuan adal Libia ”Marwa” yang ingin masuk wilayah perairan Gaza.
19. 7 November 2008: Perahu Al Karamah asal Qatar sampai di Gaza melalui perairan Gaza. Bersama dengan sejumlah delegasi Arab dan parlemen Eropa, serta wartawan asing. Mereka membawa bantuan obat-obatan dan makanan.
20. 20 Oktober 2008: Perahu “Harapan” sampai ke pantai Gaza, bersama 27 akitifis kemanusiaan dari lintas negara. Aksi ini diorganisir oleh aksi Gaza Merdeka dengan tujuan ingin membuka blokade atas Gaza. (mln/iol)


 

0 Komentar

Arsip