PRESS RELEASE
Senin, 29/03/2010 19:31 WIB
SALAM UI, LDF SE-UI, DAN FSLDK JADEBEK
”RIGHT OF RETURN : FREEDOM FOR PALESTINE”
“We love all people of religion...But if they take my home from me, if they make me a refugee, I will fight them.”
– Syaikh Ahmad Yassin, rahimahullah
Jakarta: Jumat 26 Maret 2010, sekurang-kurangnya 500 pemuda Indonesia yang tergabung dalam Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Jadebek menggelar aksi solidaritas bagi Palestina.
Palestina yang merupakan tanah suci bagi umat Islam dunia, serta para penduduknya, saat ini masih berada dalam keadaan dizholimi oleh Israel. Berikut adalah sebagian bentuk penjajahan yang dilakukan oleh Israel di Palestina saat ini :
1.Penggalian Masjid Al Aqsha dan pembangunan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur
2.Semakin banyak warga Palestina yang menjadi pengungsi karena tanah mereka diduduki paksa oleh Israel
3.Situs-situs bersejarah dan masjid-masjid di wilayah yang diklaim oleh Israel sebagai wilayahnya dialihfungsikan menjadi sinagog (kuil ibadah) Yahudi
4.Penyerangan terhadap wilayah Gaza serta blokade bantuan kemanusiaan
Oleh karena itu, berbagai universitas di Jadebek tergabung di dalam aksi ini mengusung tema ” Right of Return : Freedom for Palestine”. Right of Return yang dimaksud di sini bukanlah versi Israel, yangmengklaim bahwa semua kaum Yahudi memiliki hak untuk kembali ke tanah yang menurut mereka dijanjikan bagi kaum Yahudi. Right of Return yang dimaksud oleh massa aksi ini adalah hak bagi warga Palestina untuk kembali ke tanah yang memang milik mereka; dengan kata lain : kemerdekaan bagi Palestina.
Aksi damai forum ini akan dimulai pada pukul 14.00 WIB dan berakhir pukul 17.00 WIB. Aksi ini dimulai dari Bundaran HI, kemudian dilanjutkan dengan longmarch ke RRI (Radio Republik Indonesia), dan ditutup dengan siaran udara dari RRI yang berisi pernyataan sikap massa aksi terhadap kondisi Palestina. Fachrino, Ketua Departemen Kajian Strategis SALAM UI yang bertugas sebagai Koorlap (koordinator lapangan) aksi kali ini, menyatakan bahwa masalah yang terjadi di Palestina bukan lagi sekedar masalah konflik antar agama, melainkan telah menjadi sebuah masalah kemanusiaan. Terlebih lagi bagi umat muslim, warga Palestina adalah saudara yang diikat oleh aqidah.
Secara spesifik, poin-poin tuntutan kami dalam aksi ini adalah:
1.Hentikan penggalian Masjid Al Aqsha dan pembangunan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur
2.Selesaikan masalah pengungsian warga Palestina yang tanahnya diduduki paksa oleh Israel
3.Selamatkan situs-situs bersejarah dan masjid-masjid di wilayah (yang diklaim oleh) Israel sebagai yang dialihfungsikan menjadi sinagog Yahudi
4.Hentikan penyerangan dan blokade terhadap wilayah Gaza serta permudah akses bantuan kemanusiaan
5.Mendesak pemerintah Indonesia untuk terus aktif mendukung kemerdekaan Palestina
Contact Person:
1.Fachrino (085692344148)
2.Aan (085695636402)